Wednesday, 20 November 2013

“Kenangan Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Kota Solo”



Ketika saya yang pertama kalinya menginjak-kan kaki di kota Solo muncul sebuah slogan “Mungkin Pertama Tetapi Untuk Selamanya Terkenang di Hati”, waw itulah yang pantas menggambarkan sebuah pengalaman pertama di Kota Solo.
Sebelumnya ada Pantun buat Kota Solo Nih :
“Burung Beo , Burung Merpati
Kangen Solo , Sampai di Hati”
Waktu itu saya pergi bersama dua teman sejoli saya, sebut Adi dan David. Adi adalah juru kunci kita untuk pergi ke Solo karena dia yang punya ide untuk itu. Biarpun Adi berasal dari Kota Indramayu tetapi dia sudah pernah pergi ke Solo sebelumnya makanya dia menjadi juru kunci kita. Kami bertiga semua berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi UNISSULA Semarang. Kami pergi ke Solo punya misi meriset kota Solo sebagai tugas yang di berikan Dosen Fakultas kami. Nah tidak disangka Adi juga punya nenek di Solo mungkin dari sini yang akan mengantarkan cerita pengalaman saya di Kota Solo.
Pagi itu pukul 07.38 wib, kita berada di halte depan kampus menunggu bus yang beroperasi dari Semarang-Solo-Yogya. 25 menit menunggu akhirnya kita bus datang dan kami bergegas berangkat pergi. Kami duduk didekat pintu bus belakang pak sopir. Terjadilah kelucuan yang pertama yang menimpa David.
Adi    :”Vid, kenapa ga bawa jaket ? padahal dingin loh di Solo ini kan musim hujan.
David :” Alah. . . .  gwe kan orang gaol di , ga usah takut aku kedinginan”.
Adi    :”Bener loh vid. Awas aja nanti kalau masuk angin terus sakit disonoh”.
David :” Iyah santai aja di”.(sambil membusungkan dada dan sombong)
Tah berapa lama mungkin 45 menit didalam Bus Ber_ACC David diam,pucat dan
menggigil .
Adi    :” Vid kenapa kamu ?”
David :”Aku kayaknya masuk angin nih di kena ACC.”
Adi    :”Hahaha. . .  Makanya ga usah sombong dulu (sambil tertawa terbahak-bahak)”
Begitulah percakapan pembuka perjalan kami ke kota Solo.

          Dua jam perjalanan akhirnya sampai di kota tujuan , Kota Solo. Ini benar-benar pengalaman pertamakalinya saya di kota Solo.
Perasaan saya campur aduk , senang , takut , was-was itulah yang pertama kali saya rasakan.
          Kesan pertama yang terpikirkan oleh saya bahwa Solo itu Cuma biasa saja, panas , monoton da bersahabat tetapi dibalik itu ada suatu keindahan tersendiri yang tersirat. Seketika itu pun hilang sendiri setelah melihat tatanan kota yang teratur, masyarakatnya sopan-sopan dan ramah.Yang saya masih rasakan itu tentang sopan santun tutur bahasanya orang Solo itu sangat halus. Mereka itu selalu menghargai orang tidak cuek sama orang yang baru kenal. Itu yang menjadi kesan tersendiri dan menjadi kenangan , semoga di Tegal juga bisa seperti itu.
          Kemudian makanan di Solo juga beragam , iyah pokoknya campuran dari semua kota mungkin. Enak-enak juga sih makanannya. Pokoknya kalau ada waktu dan tugas lagi ingin rasanya pergi ke kota Solo lagi. Kangen sama semuanya deh . Semoga nanti kalau saya bisa berkunjung lagi ana suasana yang baru dan tambah mengasyikan lagi.
          Selain itu ada aspek budaya disitu yang sangat bagus untuk di tiru yaitu, tata krama sopan santunya dalan kesehariannya. Ini menandakan bahwa mereka menjunjung tinggi sopan santun. Ibarat sebuah masakan yang sudah dikasih bumbu. Sudah baik , indah dan ditambah masyarakatnya memdukung.
          Untuk yang paling berkesan dalam pengalaman saya di kota Solo, saya bertemu dengan seorang cewe dan langsung membuat jatuh cinta seketika. Waktu itu saya dan teman saya pagi-pagi jalan di depan rumah nenek Adi yang di buat untuk menginap, ga sengaja menabrak si cewe. Dia masih anak sekolah kalau tidak salah dia dari SMK. Cantik , tinggi , mata gede , putih berkerudung . Pokoknya keren deh di kota Solo.
Suatu saat nanti mungkin ketika di daerah lain tidak peduli lagi dengan tata krama dan sopan santun mungkin kota Solo masih menjaganya dengan baik.
Mungkin itu merupakan pengalaman yang paling berkesan bagi saya di SOLO


1 comment: